Situasi awal
Toko oleh-oleh pempek di Shopee. Tokonya udah jalan, ordernya ada. Masalahnya satu: angkanya mentok.
Oktober 2025, sebulan sebelum kami pegang, omsetnya Rp47,6 juta dari 440 pesanan. Bukan toko sepi. Tapi juga nggak ke mana-mana.
Yang kami bedah
Sebelum nyentuh apa pun, kami bongkar dulu. Pertanyaannya sederhana: produk mana yang layak didorong, dan nama sama foto mana yang bikin toko ini kalah di pencarian.
Yang kami cek di sini sama kayak di tiap toko yang kami pegang:
- Riset market. Kompetitor, harga pasar, dan apa yang lagi dicari pembeli oleh-oleh.
- Nama produk. Kata yang beneran diketik pembeli, bukan yang enak dibaca penjual.
- Foto produk. Dibandingin langsung sama foto kompetitor di halaman pencarian yang sama.
- Deskripsi. Keraguan pembeli kejawab sebelum mereka sempat nanya.
- Promo dan bundle. Gimana caranya nilai per order naik tanpa bakar margin.
- Iklan. Mana yang boncos, mana yang beneran ngasih order.
- Toko. Etalase, dekorasi, rating, sampai performa toko.
Yang kami kerjain
Bulan pertama, yang dibenahi duluan: nama produk, foto, dan promo. Iklan dirapiin, budget pindah ke yang ngasih order.
Hasilnya kebaca cepat. November 2025 omsetnya 2,5x dari Oktober.
Setelah itu kerjanya bukan ganti-ganti strategi tiap minggu. Pola yang jalan diulang tiap bulan. Bundle dan promo disiapin ngikutin musim. Makanya naiknya nggak sekali lewat.

